Selasa, 19 November 2013

Pelajaran Biologi SMA

Kingdom Archaeobacteria : cirri-ciri, klasifikasi dan peranannya dalam kehidupan

Tidak ada komentar:
Ketika anda berwisata di pemandian air panas alami, pernakah anda berpikir dan bertanya : mungkinkah di air panas ini ada kehidupan ? Apa jawaban anda ? Bisa jadi mungkin ada kehidupan di lingkungan air panas alami.
Hal ini bisa dimungkinkan, mengingat ada beberapa organism tertentu yang mampu hidup di lingkungan yang sangat eksteim seperti air bersuhu tinggi, lingkungan berkadar garam tinggi dan lingkungan ekstrim lainnya.
Organisme-organisme semacam ini dikelompokkan ke dalam kingdom tersendiri dan diberi nama kingdom archaeobacteria.
Lalu, apa cirri-ciri kingdom archaeobacteria yang membedakannya dengan kingdom-kingdom lainnya ?
Ciri-ciri kingdom archaeobacteria, antara lain :
Bersel tunggal / monoseluler
Tipe sel prokariotik
Dinding selnya tidak mengandung Peptidoglikan ,
Membrane plasmanya mengandung lipid dengan ikatan eter.
Ribosommnya menyerupai ribosom sel eukariotik yaitu mengandung beberapa jenis RNA polymerase
Habitat di lingkungan ekstrim seperti : sumber air panas, laut berkadar garam tinggi, di dalam tubuh organism lain.
Berkembangbiak dengan cara pembelahan biner, fragmentasi, pembentukan tunas
Klasifikasi kingdom Archaeobacteria
Dalam taksonomi, kingdom Archaeobacteria diklasifikasikan ke dalam 3 kelompok berdasarkan lingkungan ekstrim yang menjadi habitatnya dan cara metabolismenya.
Ketiga kelompok itu, adalah :
Pertama, kelompok Methanogen
Kelompok ini adalah archaeobacteria yang mampu hidup di lingkungan dengan kadar oksigen minimum ( di lumpur ), bersimbiosis dengan kelompok hewan herbivore di dalam saluran pencernaan ( rumen ), di saluran pencernaan rayap yang berperan sebagai agen fermentasi selulosa. Mampu tumbuh dengan baik pada suhu 98 derajad Celcius tetapi mati jika berada di suhu -84 derajat Celcius.
Memperoleh makanan dengan cara “membusukkan”  bahan organic dengan cara mereduksi karbondioksida ( CO2 ) menghasilkan bahan sisa berupa metana ( CH4 ).
Bersifat anaerobic  mesofilik dan kemosintetik.
Contoh anggota kelompok Methanogen antara lain : Ruminococcus albus ( menghidrolisis glukosa ), Methanobacterium ( menghasilkan sisa metabolism berupa gas metana / CH4 ), Methanocaldococcus, Methanosarcina.